Ardew Seven

Seven thing about Story and Me

Malam Syahdu di Bulan Juni

                Malam itu, seakan-akan kita mengulang lagi saat-saat indah yang biasa kita lalui. Kamu bisa meluangkan waktumu untukku saja, aku sangat bahagia. Sudah lama sejak terakhir kali kita bisa jalan berdua. Tapi lagi-lagi. Malam yang seharusnya indah itu, seakan jadi malam terakhir. Seakan jadi malam perpisahan. Kamu berhasil lagi. Ya, kamu berhasil menjadikan malam itu momen paling ngilu dihatiku.

                Kamu selalu mengatakan hal itu. Lagi dan lagi yang membuatku bosan. Tapi, malam ini benar-benar beda. Perkataanmu itu seakan seperti membuat hatiku tak karuan. Bukan hanya perkataan, “Kamu akan dapat yang jauh lebih baik dari aku”  tapi, kamu juga bilang bahwa kita akan berpisah untuk waktu yang lama. Entah kapan bertemu, dan entah bagaimana kelanjutan kisah ini. Semua masih menggantung. Baca lebih lanjut…

Bertemu Kamu

               Aku seorang wanita yang sudah sekian lama menjauhkan diri dari urusan pacaran, aku tak mau berganti-ganti pasangan yang tak pernah berujung keseriusan. Aku adalah seorang wanita yang sangat nyaman bermain bersama teman-temannya, karena aku merasa telah memiliki mereka (perempuan dan laki-laki) dan sempat dulu aku merasa tidak perlu memiliki kekasih yang mungkin hanya melukai hati.

           Akan tetapi, entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa ada yang mengganggu dipikiranku. Tatapan mata yang teduh, dan senyuman yang amat manis itu. Milikmu. Lelaki yang entah bagaimana akhirnya mampu membuatku yang terjebak sendirian dalam lingkaran perasaan yang berlebihan.
Baca lebih lanjut…

2015 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Satu kereta gantung di San Francisco mengangkut 60 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 2.100 kali di 2015. Jika itu adalah kereta gantung, dibutuhkan sekitar 35 perjalanan untuk mengangkut orang sebanyak itu.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Ini Aku

Apakah selalu sendirian itu menyenangkan?

Apakah benar kesendirian terkadang lebih baik?

            Harus aku akui, persepsiku dulu salah. Aku selalu ingin sendirian seolah-olah sendiri membuatku lebih baik. Maka dari itu, aku bersikap pendiam dan cuek. Tapi, jauh dilubuk hatiku merasa miris dengan sikapku sendiri. Sampai kapan aku terus bersembunyi dan bertingkah seolah-olah aku kuat, judes, dan seolah-olah tak pernah bisa kalian jatuhkan? Aku butuh keluar dari zona amanku. Aku tidak boleh terus bersembunyi dibalik sisi gelap ini. Baca lebih lanjut…

Araceli

Flashback…

           Aku yang dulu tak akan pernah tertawa dengan orang yang baru aku temui. Aku yang dulu tidak bisa mudah akrab dengan orang lain. Aku yang dulu lebih memilih diam daripada ngobrol hal-hal yang tak berguna. Aku yang dulu selalu ingin sendirian. Selalu asyik dengan duniaku sendiri. Aku yang dulu tak pernah peduli dengan orang lain. Rasa empatiku buruk sekali sehingga orang tuaku sering menegurku bahkan marah akan sikapku. Aku juga tak tahu kenapa. Padahal, kedua orang tuaku memiliki rasa sosial yang tinggi. Baca lebih lanjut…

Araceli

Hai.. ini ceritaku.

           Namaku Araceli. Banyak yang memanggilku Ara. Tapi panggil ‘Ar’ saja sudah cukup. Aku hanyalah gadis bertubuh mungil yang tidak begitu modis. Tapi, entah ada angin apa aku termasuk maba yang populer di fakultas teknik, terutama di offering ku. Aku tak benar-benar berniat jadi mahasiswi yang populer. Aku hanya bersikap sewajarnya. Sederhana. Ya, aku akui aku berasal dari keluarga yang serba berkecukupan. Memang, jika dibandingkan teman-teman sekelas, akulah yang paling terlihat modis. Padahal itu hanya gaya berpenampilan yang biasa saja.

           Popularitas memang dieluh-eluhkan dimana pun kita berada. Baca lebih lanjut…

Awal Baru

           Kini, disinilah aku. Berada di kampus keguruan terbaik di provinsiku. Membuka lembaran baru, berharap menjadi pribadi yang lebih dewasa. Disinilah aku akan memulai kuliahku. Memulai ceritaku yang baru. Sebagai seorang mahasiswa dan calon pendidik yang hebat. Hai, ini skenario baru yang Tuhan hadirkan untukku. Skenario yang akan terisi dengan warna-warni kehidupan, suka duka, dan segala hal yang mengagumkan🙂

           Disinilah aku akan memulai membayangkan skenario baru yang akan Tuhan implementasikan dalam hidupku. Berharap skenario unik yang telah aku tulis dalam diaryku akan Tuhan hadirkan dalam dunia nyataku. Berharap aku bisa lebih mudah bergaul, berharap aku bisa lebih banyak teman dengan segala sikap unikku, dan juga bertemu dengannya. Bertemu seorang mengagumkan di event yang tak terduga. Seorang yang berhasil membuatku jatuh hati pada pandang pertama. Seorang yang aku impikan. Seorang pangeran yang selalu kutulis dalam skenario cerita yang aku buat.

Bisakah itu nyata?  

Maaf mungkin aku berlebihan sampai berharap Tuhan menyetujui jalan cerita yang ingin kubuat sendiri dalam hidupku. Tapi, setiap yang aku lalui bagai Deja vu.

Salahkah jika aku berharap? Setidaknya aku ingin ada secuil saja skenario indah ceritaku yang terjadi dalam dunia nyataku🙂

~Ar 

Halo Kamu…

           Halo Bibin … :) 

           Apa kabar kamu disana? Ini aku. Gadis yang pernah jatuh hati padamu. Gadis yang kehilangan akal sehatnya karenamu. Gadis yang sempat merana karena ulahmu. Tapi itu dulu. Maaf, itu sudah berlalu. Aku tak pernah ingin melupakanmu dalam hidupku, hanya saja.. semuanya sudah habis masanya kini. Lalu bagaimana ending cerita yang kubuat?

           Ending. Ya, aku harus menuliskan ending untuk kisah kita. Mungkin sebelum menuliskan endingnya disini, aku ingin flashback lagi kisah unik kita. Boleh kan? Bukannya kenangan masa lalu bukan untuk dikubur dalam-dalam? Kenangan kita akan menjadi indah dalam kata-kata cerita yang akan kubuat. Agar nantinya bisa tetap kubaca, tetap kuingat dan kujadikan pengalaman hidup. Walau memang itu semua hanyalah skenario yang gagal. Tak perlu disesali, karena skenario yang lebih indah akan kita ciptakan untuk kehidupan kita masing-masing. Percayalah, tidak ada yang salah. Hanya saja kita belum berlabuh di tempat yang tepat.

~Ar ~

Dulu…

           Hai kamu..

          Aku memang pernah buta karenamu. Pernah hilang akal sehat karena terlalu menggilaimu. Kamu memang lelaki dengan kharisma yang luar biasa. Lelaki yang dipertemukan Tuhan tanpa skenario dihidupku. Siapa yang bisa menyangka aku bisa tergila-gila pada dirimu. Kamu adalah orang asing pertama yang bisa membuatku suka pada pandang pertama. Tapi, itu dulu… Dulu.

Prolog Sebuah Kisah

Dulu kalau aku tak begitu, kini bagaimana aku?

Dulu kalau aku tak di situ, kini dimana aku?

Kini kalau aku begini, kelak bagaimana aku?

Kini kalau aku disini, kelak dimana aku?

Tak tahu kelak ataupun dulu

Cuma tahu kini aku begini

Cuma tahu kini aku disini

Dan kini aku melihatmu

Post Navigation